Februari 29th, 2008 by Ndoro Kakung
Bisa dipastikan ribuan, mungkin jutaan, pengguna Internet di Indonesia misuh-misuh hari ini. Jalur Internet keluar negeri njengking. Penyebabnya, serat optik di bawah laut pada jalur Jakarta-Palembang terputus di beberapa tempat.
Gangguan sudah terdeteksi sejak 20 Februari lalu pada Ring Jasuka (Jakarta-Tanjung Pandan-Pontianak-Batam-Pekanbaru-Palembang-Baturaja-Lampung-Jakarta), khususnya ruas Jakarta-Tanjung Pandan.
Telkom sempat mengalihkan trafik Internet melalui rute terestrial Jakarta-Lampung-Palembang-Pekanbaru-Dumai-Batam. Tapi jalur ini juga mengalami gangguan akibat pembangunan jalan layang di Palembang, Sumatera Selatan. Lengkap sudah kebuntuan. Read the rest of this entry »
Posted in asal | 11 Comments »
Februari 13th, 2008 by Ndoro Kakung
Inilah jawaban dari misteri itu. Jadi jangan heran kalau Paman Tyo disebut-sebut punya duit meteran …

Posted in asal, usil | 4 Comments »
Februari 9th, 2008 by Ndoro Kakung

Loh jadi maksudnya video lucu itu cerita komedi? Lawak? Atau yang gimana sih? Soalnya video porno yang serius itu rasanya nggak ada deh. Semua video porno itu memang lucu.
Jadi yang mana nih, maksudnya? Yang jelas dong, Dhan …
Posted in asal | No Comments »
Februari 8th, 2008 by Ndoro Kakung

Adakah yang bisa menjelaskan maksud dari judul berita di Okezone ini? Apakah benar Rachel Maryam bisa berubah jadi kontrasepsi?
Wah, hebat .. kayak Power Rangers, kekekek …
Posted in asal | 4 Comments »
Februari 7th, 2008 by Ndoro Kakung

Bagaimana rasanya mandi pakai jeruk nipis? Manis-manis asyem? Mungkin. Tapi apa bodi Sandra Dewi nggak jadi lengket ya? Bacalah beritanya di Okezone.
Kalau boleh usul sih, sehabis pakai jeruk nipis sekalian aja pakai es teh manis, es blewah, atau es kolang-kaling. Pasti lebih oke. Apalagi setelah itu terus dijilat.
Hah? Menjilat bodi Sandra Dewi? Slrupzhs ah …
Posted in usul | 4 Comments »
Nopember 20th, 2007 by Ndoro Kakung

Yeee … memangnya sampean dulu ndak pernah jengkel kalau dikritik? Eh, salah ya? Sampean itu dulu malah menjengkelkan banyak orang karena cuma bisa tutup mulut kalau dikritik.
Biasa Bu, roda kejengkelan itu memang berputar. Sekarang giliran sampean yang mengkritik dan orang lain yang jengkel. Kelak, mungkin saja situasinya terbalik.
Dulu sampean juga meledek ada yang tebar pesona ke mana-mana. Lah sekarang giliran sampean yang tebar pesona bukan?
Jadi? Daripada berisik dan terkesan crigis, lebih baik sampean diam saja — seperti dulu.
Posted in usil | 4 Comments »
Nopember 16th, 2007 by Ndoro Kakung

Ya cuma si tikus Jerry yang sering terperangkap. Si kucing Tom musuh bebuyutannya nyaris tak pernah terperangkap. Tom lebih sering mendapatkan kesialan lain, kena ledakan mercon, tertimpa lemari, kejepit pintu, dan seterusnya.
Nah, biar tak terperangkap narkoba, Roy Marten sebaiknya jadi kucing saja. Jangan jadi tikus. Tikus itu hewan yang disimbolkan untuk para koruptor. Roy bukan koruptor.
Kalau Roy jadi kucing, mmm … pasti makin banyak perempuan yang ingin membelainya. Aih, Mas Roy …
Posted in asal, usul | 2 Comments »
Nopember 6th, 2007 by Ndoro Kakung

Bagaimana cara memberantas pembalak dan praktek pembalakan liar yang paling efektif?
Gampang. Gunduli saja semua hutan yang masih tersisa. Tebang habis semua pohon sampai ke akar-akarnya.
Dijamin, para pembalak itu tak akan beroperasi lagi. Pembalakan liar pun pasti bakal lenyap dari muka bumi.
Posted in asal, usul | 2 Comments »
Nopember 5th, 2007 by Ndoro Kakung

Bagaimana seandainya dunia ini tanpa kelir, layar tancap, showbiz? Akankah dunia jadi gelap dan sepi? Mungkin iya, mungkin pula tidak. Yang jelas, dunia tanpa panggung yang gemerlap bakal kehilangan para pesohornya.
Tapi, sekali-sekali perlu dicoba juga loh televisi-televisi kita dan tabloid-tabloid gosip itu, tak menampilkan para seleb barang sebentar saja. Ganti saja kehadiran mereka, misalnya, dengan wajah-wajah tak bernama. Tampikan si Fulan dan si Badu, penarik becak di ujung Gang Senggol. Atau pasang saja foto Mak Markonah penjual jamu di pasar itu.
Dunia tanpa seleb barangkali layak dicoba, sekali-sekali …
Posted in asal, usul | 1 Comment »
Nopember 4th, 2007 by Ndoro Kakung
Sungguh sayang seribu sayang … jejaring sosial, seperti Jaiku dan Facebook, hanya ada di Internet. Bayangkan bila di dunia nyata, kehidupan sehari-hari, ada jejaring sosial semacam itu.
Pak Lurah tentu tak perlu mengeluarkan KTP baru untuk setiap warga pendatang. Dia cukup mengklik tombol “add as a friend”. Beres! Dalam beberapa detik, sang pendatang baru sudah masuk ke dalam data base jaringan warga kelurahan.
Kalau ada tetangga baru yang cuma kita kenal namanya, nggak usah risau. Ketik dan masukkan saja namanya di kolom search, lalu tekan enter. Dalam sekejap, profilnya lengkapnya pasti bakal keluar.
Banyak hal lagi yang bisa dilakukan dengan jejaring sosial digital. Sayang seribu sayang … cuma ada di Internet.
Posted in usul | 1 Comment »